al-mutanabbi
Abu at-Tayyib Ahmad ibn al-Husayn al-Mutanabbi
al-Kindi ( arab : أبو الطيب أحمد بن الحسين
المتنبي الكندي Abu At-Tayyib ʾ Aḥmad ibn al-Ḥusayn al-Mutanabbi al-Kindi) (915 - 23 September 965)
adalah seorang penyair arab, Al-Mutanabbi merupakan penyair besar yang hidup di
zaman ke emasan Islam pada masa Daulah Abbasiah. Sebagian besar puisinya berkisar memuji
raja-raja ia mengunjungi selama hidupnya. Beberapa
menganggap 326 puisi-puisinya menjadi representasi besar kisah hidupnya.
Dia mulai menulis puisi ketika ia berusia sembilan tahun.
Dia terkenal karena kecerdasan yang tajam dan wittiness.
Al-Mutanabbi memiliki kebanggaan besar dalam dirinya melalui
puisinya. Diantara topik yang dibahas adalah keberanian, filsafat
hidup, dan deskripsi pertempuran. Banyak puisinya dan masih banyak
tersebar di dunia Arab saat ini dan dianggap pepatah. Bakat besarnya membawanya sangat dekat dengan banyak pemimpin waktunya. Dia memuji para pemimpin dan raja dengan imbalan uang dan hadiah. Kuat dan jujur gaya puitis memperoleh popularitas besar di masanya.
Ia merupakan
penyair yang memiliki kemampuan yang khas dibandingkan dengan para penyair yang
hidup pada masa ini. Pada masa kematangannya sebagai penyair dia sudah mempunya
style, tema dan wasf baru yang khas dan diidentikan dengannya. Terlebih lagi
kelebihannya dalam puisi madh dan memoles puisi hija’ dengan
minyisipkam amsal dan hikmah didalamnya. Itu merupakan sebuah inovasi yang baru
dan mengesankan dalam khazanah puisi Arab setelah dilakukan oleh
pendahulu-pendahulunya seperti Abu Tamam, al-Buhturi dan Abu Nawas.
Kesuksesannya
itu ditopang oleh perjalanan pengembaraannya dalam mencari ilmu pengetahuan,
pengalaman dan materi dalam kehidupan kepenyairannya. Bakatnya dalam bersyair
yang sulit di cari tandingannya di manapun membuat ia dekat dan banyak dikenal
oleh penguasa dan pembesar negeri saat itu seperti Sayf Ad-Daulah di Aleppo,
Kafur al-Ikhsyidi di Iskandariah, Mesir dan lainnya. Disamping itu prilakunya
yang cendrung memberontak terhadap segala sesuatu yang tidak sejalan dengan
nalarnya membuat ia sering pindah tempat dan mencari penguasa baru untuk
dijadikan tempat perlindungan dan menjual syair-syairnya untuk kepentingan
penguasa itu.
Dari beberapa cupikan syi’r diatas menggambarkan tentang
pujian atas kegigihan dan keberanian para tentara syaif ad daulah (madh).
Syi’ir tersebut menggunakan gaya bahasa yang sederhana dengan menyisipkan
sebuah الوعط (menasehati).
Al-Mutanabbi dibunuh karena
salah satu puisinya berisi penghinaan besar untuk seorang pria bernama Dhaba
al-Asadi ( arab : ضبة الأسدي Dabba al-ʾ Asadi). Dhaba, bersama
dengan Paman Fatik al-Asadi ( bahasa arab : فاتك الأسدي Fatik
al-Asadi ʾ),
bertekad untuk membunuh Al-Mutanabbi karena itu puisi yang berisi penghinaan
besar untuk Dhaba.
Ingkapan yg terkenal yaitu : "Jika Anda melihat gigi singa, jangan berpikir
bahwa singa tersenyum pada anda."
sumber: berbagai blog
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus