Sabtu, 17 Mei 2014

Al-mutanabbi



al-mutanabbi
Abu at-Tayyib Ahmad ibn al-Husayn al-Mutanabbi al-Kindi ( arab : أبو الطيب أحمد بن الحسين المتنبي الكندي Abu At-Tayyib ʾ Amad ibn al-usayn al-Mutanabbi al-Kindi) (915 - 23 September 965) adalah seorang penyair arab, Al-Mutanabbi merupakan penyair besar yang hidup di zaman ke emasan Islam pada masa Daulah Abbasiah. Sebagian besar puisinya berkisar memuji raja-raja ia mengunjungi selama hidupnya. Beberapa menganggap 326 puisi-puisinya menjadi representasi besar kisah hidupnya. Dia mulai menulis puisi ketika ia berusia sembilan tahun. Dia terkenal karena kecerdasan yang tajam dan wittiness. Al-Mutanabbi memiliki kebanggaan besar dalam dirinya melalui puisinya. Diantara topik yang dibahas adalah keberanian, filsafat hidup, dan deskripsi pertempuran. Banyak puisinya dan masih banyak tersebar di dunia Arab saat ini dan dianggap pepatah.
Bakat besarnya membawanya sangat dekat dengan banyak pemimpin waktunya. Dia memuji para pemimpin dan raja dengan imbalan uang dan hadiah. Kuat dan jujur  gaya puitis memperoleh popularitas besar di masanya.
Ia merupakan penyair yang memiliki kemampuan yang khas dibandingkan dengan para penyair yang hidup pada masa ini. Pada masa kematangannya sebagai penyair dia sudah mempunya style, tema dan wasf baru yang khas dan diidentikan dengannya. Terlebih lagi kelebihannya dalam puisi madh dan memoles puisi hija’ dengan minyisipkam amsal dan hikmah didalamnya. Itu merupakan sebuah inovasi yang baru dan mengesankan dalam khazanah puisi Arab setelah dilakukan oleh pendahulu-pendahulunya seperti Abu Tamam, al-Buhturi dan Abu Nawas.
Kesuksesannya itu ditopang oleh perjalanan pengembaraannya dalam mencari ilmu pengetahuan, pengalaman dan materi dalam kehidupan kepenyairannya. Bakatnya dalam bersyair yang sulit di cari tandingannya di manapun membuat ia dekat dan banyak dikenal oleh penguasa dan pembesar negeri saat itu seperti Sayf Ad-Daulah di Aleppo, Kafur al-Ikhsyidi di Iskandariah, Mesir dan lainnya. Disamping itu prilakunya yang cendrung memberontak terhadap segala sesuatu yang tidak sejalan dengan nalarnya membuat ia sering pindah tempat dan mencari penguasa baru untuk dijadikan tempat perlindungan dan menjual syair-syairnya untuk kepentingan penguasa itu.
Dari beberapa cupikan syi’r diatas menggambarkan tentang pujian atas kegigihan dan keberanian para tentara syaif ad daulah (madh). Syi’ir tersebut menggunakan gaya bahasa yang sederhana dengan menyisipkan sebuah الوعط   (menasehati).
Al-Mutanabbi dibunuh karena salah satu puisinya berisi penghinaan besar untuk seorang pria bernama Dhaba al-Asadi ( arab : ضبة الأسدي Dabba al-ʾ Asadi). Dhaba, bersama dengan Paman Fatik al-Asadi ( bahasa arab : فاتك الأسدي Fatik al-Asadi ʾ), bertekad untuk membunuh Al-Mutanabbi karena itu puisi yang berisi penghinaan besar untuk Dhaba.
Ingkapan yg terkenal yaitu : "Jika Anda melihat gigi singa, jangan berpikir bahwa singa tersenyum pada anda."

sumber: berbagai blog

1 komentar:

please creat you id